LAPORAN HASIL ANALISIS PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG DIHADAPI GURU DI
MI.AL-IKHLASH MANDALA RUBARU SUMENEP
TAHUN PELAJARAN 2015-2016
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Materi Kuliah:
Profesi Keguruan
Semester VIII Extantion
DOSEN PEMBIMBING :
Barratun Naqiyah, M.Pd.I
Oleh:
IIN ZAINAB
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT ILMU KEISLAMAN ANNUQAYAH (INSTIKA)
GULUK-GULUK SUMENEP MADURA INDONESIA
TAHUN AKADEMIK 2015/2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Guru sebagai tokoh yang berperan besar di dalam sebuah ruang kelas, memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan anak bangsa. Himbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan telah menyebutkan bahwa wajah masa depan bangsa ini berada di ruang-ruang kelas. Akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa tanggung jawab membentuk masa depan hanya berada di pundak pendidik dan tenaga kependidikan di institusi pendidikan. Tugas kita semualah yang turut berperan membantu para guru di seluruh Indonesia untuk bisa mengemban tugasnya dengan baik dan maksimal.
Masalah pokok yang sering dihadapi oleh guru, baik guru pemula maupun yang sudah berpengalaman adalah masalah pengelolaan kelas / manajemen kelas. Dengan demikian pengelolaan kelas yang efektif adalah syarat bagi pengajaran yang efektif. Pengelolaan kelas/ manajemen kelas adalah suatu usaha yang dengan sengaja dilakukan guna mencapai tujuan pengajaran. Kesimpulan sederhananya adalah pengelolaan kelas merupakan kegiatan pengaturan kelas untuk kepentingan pengajaran. Dalam konteks yang demikian itulah pengelolaan kelas penting untuk diketahui oleh siapapun juga yang menerjunkan dirinya kedalam dunia pendidikan.
Namun dalam pelaksanaanya masih banyak permasalahan yang menghambat pelaksanaan manajemen kelas sehingga manajemen kelas tidak bisa terlaksana dengan baik. Permasalahan ini meliputi dua jenis , yaitu yang menyangkut pengajaran dan yang menyangkut pengelolaan kelas. Guru-guru harus mampu membedakan kedua permasalahan itu dan menemukan pemecahannya secara tepat. Karena sering terjadi guru-guru menangani masalah yang bersifat pengajaran dengan pemecahan yang bersifat pengelolaan dan sebaliknya sehingga penyelesaian masalahnya kurang tepat.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah masalah-masalah dalam Manajemen Kelas dan pembelajaran di MI. Al-Ikhlash mandala Rubaru Sumenep Tahun Pelajaran 2015-2016?
2. Bagaimanakah solusi untuk mengatasi masalah – masalah yang ada dalam manajemen kelas dan pembelajaran di MI. Al-Ikhlash mandala Rubaru Sumenep Tahun Pelajaran 2015-2016?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Profil Singkat Lembaga
MI. Al-Ikhlash merupakan suatu lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan KEMENAG yang berdomisili di daerah pedesaan yaitu Dusun Pandi Desa Mandala Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep. Lembaga ini berdiri pada tanggal 16 Maret 1975 yang didirikan oleh KH. Sirajuddin (K. Amaniyah)
Pada tahun 2004 Kepemimpinan Beliau dilanjutkan oleh putranya Yaitu K.Mahmud Ghazali, S.Pd.I. Adapun Kurikulum yang digunakan pada tahun ini adalah Kurikulum KTSP dan jumlah guru 12 Orang dan Tata Usaha 1 Orang serta Siswa didik dari Kelas 1-Kelas 6 adalah laki-laki 61 orang dan Perempuan 61orang.
B. Waktu dan Pelaksanaan
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 April 2016 di MI. Al-Ikhlash Mandala Rubaru Sumenep. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh guru yang mengajar di lembaga tersebut serta memberikan masukan atau solusi pada lembaga tersebut guna untuk memecahkan masalah yang terjadi dilembaga tersebut.
C. Analisis Permasalahan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka secara garis besar permasalahan-permasalah yang terjadi di MI. Al-Ikhlash antara lain adalah:
1. Masalah Umum
Adapun masalah umum yang peneliti temukan antara lain adalah:
a. Kurangnya Fasilitas atau sarana Pendidikan
b. Kurangnya pengelolaan Managemen Kelas dan Pembelajaran dalam Kelas
2. Masalah Perorangan
Adapun masalah perorangan yang dialami oleh Guru MI. Al-Ikhlash adalah :
a. Guru pengajar tidak sesuai dengan keahlian atau bidangnya.
b. Kurangnya persiapan Guru dalam Proses Pembelajaran
D. Faktor-faktor Penyebab
Beberapa faktor-faktor penyebab dari berbagai permaslahan-permasalah diatas, yaitu:
Pertama, Kekurangan dana menjadi suatu problem dalam proses belajar mengajar yang mengakibatkan minimnya fasilitas atau sarana yang dibutuhkan, semisal: buku Bacaan siswa, patung manusia atau patung organ manusia, globe, dll. Kedua, kesulitan untuk mendapatkan guru yang mengajar sesuai keahliannya,sehingga berakibat banyaknya guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidang keahliannya seperti guru PAI mengajar bahasa Inggris dan guru Bahasa mengajar PJOK. Ketiga, minimnya wawasan guru dalam mengajar yaitu karena guru tidak menguasai betul materi ajar yang diampu dan kurangnya pemahaman terhadap majemen kelas sehingga banyak guru yang tidak bisa membedakan atara kegiatan mengajar dengan kegiatan mengelola kelas. Keempat, guru tidak melakukan persiapan sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar, seperti pembuatan RPP dan persiapan Media pembelajaran
E. Problem Solving
Berbagai macam permasalahan yang dihadapi guru benar adanya baik itu guru yang profesional ataupun non profesional, karena guru adalah sosok yang “digugu dan ditiru”, Yaitu guru dipercaya karena guru memiliki seperangkat ilmu yang memadahi, yang karenanya ia memiliki wawasan dan pandangan yang luas dalam kehidupan ini. Ditiru yaitu diikuti,oleh karena itu guru harus memberi tauladan atau contoh yang baik terhadap peserta didiknya (abdul mujib,2006)
Pendidik yang disebut dengan guru atau dosen dalam UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dikatakan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualitas sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhusussanya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Sedangkan dalam UU Guru dan Dosen No. 14 tahun 2005 guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Yang dimaksud tenaga pendidik adalah seseorang yang berada di dunia pendidikan dan menekuni sebagai pendidik/guru dalam kehidupan sehari-harinya, agar bisa disebut sebagai tenaga Profesional maka guru harus mengajar sesuai dengan bidang keahliannya sehingga ilmu yang diberikan dapat dipertanggung jawabkan nantinya, seperti apa yang dikatan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan telah menyebutkan bahwa wajah masa depan bangsa ini berada di ruang-ruang kelas. Jadi kalau guru mengajar bukan atas dasar keahliannya maka masa depan bangsa ini akan suram karena ilmu yang diberikan tidak dapat dipertanggungjawabkan nantinya.
Manajemen adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu “management”, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan. Manajemen atau pengelolaan dalam pengertian umum menurut Suharsimi Arikunto (1990;2) adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan. Sedangkan kelas menurut Oemar Hamalik (1987:311) adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama, yang mendapat pengajaran dari guru.
Kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar yang dimaksud, secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan-tujuan seperti menelaah kebutuhan-kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai kemajuan siswa. Sedangkan kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Memberi ganjaran dengan segera, mengembangkan hubungan yang baik antara guru dan siswa, mengembangkan aturan permainan dalam kegiatan kelompok. Dalam kenyataan sehari-hari kedua jenis kegiatan itu menyatu dalam kegiatan atau tingkah laku guru sehingga sukar dibedakan. Namun demikian, pembedaan seperti itu sangat perlu, terutama apabila kita ingin menanggulangi secara tepat permasalahan yang berkaitan dengan kelas
Keberhasilan seorang guru dalam pembelajaran sangatlah diharapkan, untuk memenuhi tujuan tersebut diperlukan suatu persiapan yang matang. Suparno (2002) mengemukakan sebelum guru mengajar (tahap persiapan) seorang guru diharapkan mempersiapkan bahan yang mau diajarkan, mempersiapkan alat-alat peraga/parktikum yang akan digunakan, mempersiapkan pertanyaan dan arahan untuk memancing siswa aktif belajar, mempelajari keadaan siswa, mengerti kelemahan dan kelebihan siswa, serta mempelajari pengetahuan awal siswa, kesemuanya ini akan terurai pelaksanaannya di dalam perangkat pembelajaran.
Kewajiban seorang guru bukanlah hanya datang dan mengajar akan tetapi harus mempersiapkan segala kebutuhan dalam proses belajar mengajar seperti Media pembelajaran, Perangkat Pembelajaran, dan menguasai materi yang akan diajarkan, inilah yang dimaksud dengan guru profesional.